3 Maret 2012

Sedekah Satu Kali Dibalas Allah 120 Ribu Kali Lipat

Untuk menjadi seorang dermawan alias suka memberi sesuatu kepada orang lain, memang sungguh terasa sangat berat dan sulit, lebih-lebih kondisi kehidupan kita sendiri juga dalam keadaan yang masih serba kekurangan dan. Sementara bagi orang yang kondisi ekonominya tergolong mampu dan berpunya pun belum tentu ia mempunyai sifat dermawan. Namun taukah anda?, bahwa sifat dermawan atau suka memberi dengan rasa tulus dan ikhlas bagi seorang mu'min, adalah salah satu ibadah yang juga memiliki pahala kebaikan berlipat ganda bagi yang melakukannya, bahkan tidak hanya akan diterima di akhirat kelak, tetapi di dunia pun akan ia dapatkan.

Oleh sebab itu, betapapun kita hidup dalam kondisi serba kekurangan dan terbalut dengan kemiskinan, tetapi ketika kita mempunyai sesuatu kemudian kita mau memberi atau berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan dengan hati yang tulus dan ikhlas, maka Allah SWT. akan menggatinya beribu-ribu kali lipat dari apa yang kita berikan. Dikisahkan bahwa, seseorang telah mendapatkan balasan dari Allah SWT. berlipat ganda bahkan hingga seratus duapuluh ribu kali lipat dari apa yang ia berikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku: "Ada laki-laki yang keluar dari rumah membawa benang tenun, lalu ia menjualnya seharga satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya". Ia lalu bertanya, 'Ada apa gerangan?', Orang itu pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Mendengar hal itu, maka ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, hingga iapun tidak lagi memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu ternyata tidak laku. Ia pun pulang dengan tangan hampa, tetapi dalam perjalanan tiba-tiba berpapasan dengan seorang laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa ini. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?', Ia pun mengiakan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, 'Isteriku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!', Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut, lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, 'Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara'.

Suaminya berkata, 'Perlihatkanlah kepadaku!' Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata kepada istrinya, 'Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?', 'Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini', jawab suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para penjual mutiara. Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara. 'Tahukah Anda, berapa nilai ini?, ia bertanya. Kawannya memperhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, 'Aku menghargainya 40 ribu dirham. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku'.

Maka kemudian ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, 'Aku hargai barang itu 80 ribu dirham. Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku'. Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu berkata, 'Aku hargai barang itu 120 ribu dirham. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikitu pun dari harga itu!' 'Ya', ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham.


Firman Allah dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Tiada kamu membelanjakan sesuatu, melainkan Allah akan menggantinya", (QS: Saba' : 39).

Abu Hurairoh r.a. berkata : Bersabda Rosulullah SAW : "Tiap-tiap para hamba Allah saat menempuh waktu paginya tentulah ada dua Malaikat yang turun berdo'a; Malikat yang satu berdo'a : Ya Allah berilah balasan yang berlipat pada orang yang suka memberi (dermawan), dan yang kedua berdo'a : Ya Allah berilah pada orang yang kikir itu kehancuran (kemusnahan pada hartanya)", (HR: Buchary-Muslim). 


Sumber :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.